Cara Cek Penerima Bantuan PKH Bulan Maret 2022, Akses cekbansos.kemensos.go.id

Bansos PKH kembali disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2022 dan kini sudah dapat dicairkan oleh masyarakat. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada keluarga kurang mampu yang terdapat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. PKH disalurkan melalui bank Himbara yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan BTN.

Bagi yang ingin mengetahui daftar penerima bantuan PKH secara online dapat mengakses cekbansos.kemensos.go.id. 1. Buka laman ; 2. Masukkan alamat seperti provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan pada kolom;

3. Masukkan nama sesuai KTP; 4. Lalu, 8 huruf kode (dipisahkan spasi) yang tertera dalam kotak kode; 5. Jika kode huruf tidak jelas, klik simbol "reload" untuk mendapatkan kode baru;

6. Klik cari data kemudian hasil data pencairan akan muncul pada laman cekbansos.kemensos.go.id. Catatan: Sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari Nama Penerima Manfaat (PM) sesuai wilayah yang Anda inputkan.

Tahap 1 : Januari, Februari, Maret; Tahap 2 : April, Mei, Juni; Tahap 3 : Juli, Agustus, September;

Tahap 4 : Oktober, November, Desember. Dikutip dari laman pkh.kemensos.go.id, berikut dana bantuan PKH yang disalurkan per tahun: Ibu Hamil: Rp 3.000.000;

Anak Usia Dini (usia 0 6 tahun): Rp 3.000.000; Anak SD: Rp 900.000; Anak SMP: Rp 1.500.000;

Anak SMA: Rp 2.000.000; Disabilitas: Rp 2.400.000; Lanjut usia: Rp 2.400.000.

1. Komponen Kesehatan Kategori ibu hamil maksimal dua kali kehamilan; Anak usia dini usia 0 6 tahun maksimal dua anak.

2. Komponen Pendidikan Kategori SD/MI Sederajat Anak usia 6 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Kategori SMP/MTS Sederajat Anak usia 6 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Kategori SMA/MA Sederajat

Anak usia 6 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. 3. Komponen Kesejahteraan Sosial Kategori

Lanjut Usia 70 tahun ke atas maksimal satu orang dan berada dalam keluarga; Penyandang Disabilitas Berat. Maksimal satu orang dan berada dalam keluarga penyandang disabilitas fisik dan penyandang disabilitas mental.

1. Ibu Hamil Pemeriksaan kehamilan di faskes minimal empat kali selama kehamilan; Melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan;

Pemeriksaan kesehatan ibu nifas empat kali selama 42 hari setelah melahirkan. 2. Bayi Usia 0 11 Bulan Pemeriksaan kesehatan tiga kali dalam satu bulan pertama;

Asi Eksklusif enam bulan pertama kelahiran; Imunisasi lengkap; Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan setiap bulan;

Mendapatkan suplemen Vit. A satu kali pada usia 6 11 bulan; Pemantauan perkembangan minimal dua kali dalam setahun. 3. Anak Usia Dini

Usia 1 5 Tahun Imunisasi tambahan; Penimbangan berat badan tiap bulan;

Pengukuran tinggi badan minimal 2 kali setahun; Pemantauan perkembangan minimal 2 kali setahun; Pemberian kapsul Vitamin A 2 kali dalam setahun.

Usia 5 6 tahun Penimbangan berat badan minimal 2 kali setahun; Pengukuran tinggi badan minimal 2 kali setahun;

Pemantauan perkembangan minimal 2 kali setahun. 4. Anak SD, SMP, SMA Usia 6 21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar (SD,SMP,SMA);

Terdaftar di sekolah/pendidikan kesetaraan dan minimal 85% hadir di kelas setiap bulan. 5. Lanjut Usia 70 Tahun ke Atas Memastikan pemeriksaan kesehatan;

Penggunaan layanan Puskesmas Santun Lanjut Usia; Layanan Home care (pengurus merawat memandikan, dan mengurusi KPM lanjut usia; Day Care mengikuti kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal, lari pagi, senam sehat minimal 1 tahun sekali.

6. Penyandang Disabilitas Berat Pihak keluarga mengurus, melayani, merawat, dan memastikan kesehatan bagi penyandang disabilitas berat minimal 1 tahun sekali; Layanan Home Visit tenaga kesehatan datang ke rumah KPM penyandang disabilitas berat;

Layanan Home Care yaitu pengurus memandikan, mengurusi, dan merawat KPM PKH.

Leave a Reply

Your email address will not be published.