TWIBBON Hari Juang TNI AD 15 Desember, Simak Sejarah Singkatnya Berikut Ini

Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) diperingati setiap tanggal 15 Desember. Hari Juang TNI AD pada tahun ini dirayakan dengan slogan "TNI AD Bersama Rakyat Membangun Bangsa". Untuk memeriahkan peringatan Hari Juang TNI AD tahun 2021, kita bisa membagikan berbagai ucapan hingga foto foto dengan bingkai twibbon bertemakan Hari Juang TNI AD 2021.

Anda juga bisa mendownload logo Hari Juang TNI AD 2021 yang resmi melalui link 1. Buka link 2. Lalu di halaman utama akan muncul desain desain twibbon terkini yang bisa Anda coba.

3. Jika twibbon yang muncul di halaman utama tidak sesuai dengan twibbon yang Anda inginkan, maka Anda bisa mencari twibbon yang Anda inginkan di kolom pencarian, misalnya masukan kata 'Hari Juang TNI AD' 4. Lalu akan muncul berbagai pilihan Twibbon, Anda dapat memilih twibbon yang sukai 5. Setelah itu klik tombol Browse Image untuk memilih foto yang akan dimasukkan di twibbon.

6. Kemudian pilih foto yang ingin dimasukkan kedalam twibbon setelah itu klik 'Ok'. 7. Lalu atur posisi dan ukuran foto yang dimasukkan di twibbon. 8. Jika sudah sesuai maka klik 'Upload Image'.

9. Anda juga bisa mendownload foto pada twibbon dengan meng klik tombol download yang ada di pojok kiri foto. 10. Jika ingin membagikan foto pada twibbon ke seluruh media sosial, dengan menekan tombol 'share/bagikan'. Hari Juang TNI AD bermula atas adanya peristiwa Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 tidak mampu menghentikan langkah Belanda untuk kembali menjajah.

Isu kedatangan sekutu dengan memboncengi serdadu Belanda telah membangkitkan api revolusi dalam sukma rakyat untuk berkorban demi kedaulatan Indonesia. Dikutip dari , euforia revolusi tanah air mendorong intelektual muda Indonesia untuk menghadapi tantangan sekutu dan Belanda. Kemudian terjadilah peprangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, salah satunya melalui pertempuran Ambarawa.

Pada 20 Oktober 1945 tentara sekutu yang harusnya mengurus tawanan perang di penjara Ambarawa dan Magelang justru memboncengi NICA yang mempersenjatai tawanan tersebut. Untuk menengahi kejadian itu Soekarno dan Brigjen Bethel melakukan perundingan gencatan senjata pada 2 November 1945. Pada kenyataannya sekutu mengabaikan bunyi perjanjian yang telah disetujui bersama sehingga meletuslah pertempuran 20 November 1945 yang kemudian menjalar ke dalam kota pada 22 November 1945.

Bala tentara sekutu melakukan pemboman ke pedalaman Ambarawa untuk mengancam kedudukan TKR. Ketika itu pasukan TKR yang terlibat menghadapi sekutu berjumlah 19 batalyon. Pada 26 November terjadi pertempuran yang menewaskan Kolonel Isdiman yang digantikan oleh Kolonel Soedirman.

Sekutu melancarkan aksinya mengancam Ambarawa karena daerah tersebut sangat strategis untuk mencapai Surakarta, Magelang dan Yogyakarta (yang saat itu jadi tempat kedudukan Markas tertinggi TKR) (Poesponegoro dan Nugroho, 1990:119). Tewasnya Kolonel Isdiman mendorong rakyat dan TKR gencar melakukan serangan balik. Hingga pada akhirnya kekuatan sekutu yang berada di Benteng Willem berhasil dikepung TKR 4 hari 4 malam.

Hal tersebut menyebabkan kedudukan sekutu terjepit dan mundur dari Ambarawa tepat 15 Desember 1945 (Poesponegoro dan Nugroho, 1990:118). Riwayat pertempuran hebat pasukan TKR yang solid bersama rakyat mengukuhkan peristiwa tersebut dalam pasukan tempur darat utama di TNI Angkatan Darat, yang diabadikan dalam peristiwa penting bangsa Indonesia. Maka hingga saat ini, setiap 15 Desember diperingati sebagai Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri yang menggambarkan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.